
Laporan Solok — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Solok Selatan memicu terjadinya longsor yang menewaskan seorang warga pada Kamis (4/1/2024). Korban berinisial A (56) ditemukan tertimbun material longsoran setelah tanah di area permukiman tiba-tiba ambrol akibat intensitas hujan yang sangat tinggi sejak malam sebelumnya.
Menurut laporan resmi dari aparat pemerintah nagari dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan, longsor terjadi di daerah yang memiliki kontur perbukitan dengan tingkat kerawanan tinggi. Material berupa tanah, batu, dan pepohonan roboh menimpa rumah korban yang berada di lereng bawah. Warga sekitar yang mendengar suara gemuruh berusaha memberikan pertolongan, namun akses menuju lokasi cukup sulit karena jalan yang ikut tertutup material longsoran.
Tim gabungan dari BPBD Solok Selatan, TNI, Polri, dan relawan masyarakat segera diterjunkan untuk melakukan evakuasi. Proses pencarian korban berlangsung dramatis karena hujan masih turun dan kondisi tanah sangat labil. Setelah beberapa jam melakukan penyisiran, petugas akhirnya menemukan korban dalam keadaan tidak bernyawa, tertimbun tanah setebal hampir satu meter.
Pihak BPBD menjelaskan bahwa intensitas hujan ekstrem menjadi penyebab utama pergerakan tanah di kawasan tersebut. Sejumlah titik rawan di Solok Selatan memang telah dipetakan sebagai daerah dengan kerentanan tinggi terhadap banjir dan longsor, terutama saat memasuki musim hujan. Pemerintah daerah kembali mengingatkan warga yang tinggal di lereng perbukitan atau dekat aliran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan.
Sementara itu, aparat nagari bersama unsur pemerintah kecamatan telah berkoordinasi untuk membuka akses jalan yang tertutup tanah longsor serta memastikan bantuan logistik bagi keluarga korban. Warga sekitar juga diminta mengungsi sementara waktu jika kondisi hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.
Hingga berita ini diturunkan, BPBD Solok Selatan masih melakukan pemantauan dan asesmen lanjutan untuk melihat potensi longsor susulan. Pemerintah berharap masyarakat tetap waspada, mengingat prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan bahwa curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah Sumatera Barat dalam beberapa hari mendatang.




