Laporan Solok – Pemerintah kembali memberlakukan sistem buka tutup di ruas Jalan Lembah Anai, Sumatera Barat, mulai 1 April 2026. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus memastikan kelancaran arus lalu lintas di kawasan tersebut.
Diketahui, jalur Lembah Anai merupakan salah satu akses vital yang menghubungkan Kota Padang dengan wilayah lain di Sumatera Barat, namun memiliki tingkat kerawanan tinggi, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu.
Diberlakukan Secara Terjadwal dan Situasional
Sistem buka tutup akan diterapkan secara terjadwal dan juga bersifat situasional, tergantung kondisi di lapangan. Petugas akan mengatur arus kendaraan secara bergantian untuk menghindari kepadatan sekaligus meminimalisir risiko kecelakaan.
Pengendara diimbau untuk mematuhi arahan petugas serta memperhatikan rambu-rambu yang telah dipasang di sepanjang jalur tersebut.

Baca juga: Mahyeldi Lepas 400 Peserta Program Balik Gratis Kemenhub dari Padang
Antisipasi Longsor dan Cuaca Ekstrem
Penerapan sistem ini juga berkaitan dengan potensi bencana alam, seperti longsor dan pohon tumbang yang kerap terjadi di kawasan Lembah Anai. Curah hujan yang tinggi dapat meningkatkan risiko tersebut, sehingga pengawasan perlu diperketat.
Dengan sistem buka tutup, petugas dapat lebih mudah mengontrol kondisi jalan serta melakukan penanganan cepat jika terjadi gangguan.
Pengendara Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Masyarakat yang melintas di jalur ini diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi tikungan tajam dan jalan yang licin. Pengemudi juga diimbau untuk memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum melakukan perjalanan.
Selain itu, disarankan untuk mengatur waktu perjalanan agar tidak terjebak antrean panjang akibat sistem buka tutup.
Harapan Lalu Lintas Tetap Aman dan Terkendali
Dengan diberlakukannya kembali sistem buka tutup, diharapkan kondisi lalu lintas di kawasan Lembah Anai dapat tetap aman dan terkendali. Pemerintah daerah juga akan terus melakukan evaluasi guna memastikan kebijakan ini berjalan efektif.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus meminimalisir potensi gangguan di salah satu jalur penting di Sumatera Barat.





